Tawuran,…. Suatu kebiasaan yang sering kita saksikan di negara tercinta kita Indonesia ini, Sebenarnya apasih yang diributkan ? Apa tidak ada pekerjaan yang lebih menguntungkan selain dari tawuran

Jika semua merasa benar dengan apa yang mereka lakukan hal itu sungguh akan merusak regenerasi anak bangsa kita, Sekarang saja sudah tauran bagaimana nanti nasib bangsa kita yang akan dipegang mere-mereka semua yang generasi muda sekarang hobby tawuran ? Itu merupakan pertanyaan untuk diri kita sendiri umumnya untuk generasi muda. Terus yang tawuran antar kampung dan kelompok yang didominasi dari mereka yang sudah dewasa umumnya bapak-bapaklah malah tawuran sendiri (Tidak memeberikan contoh yang baik untuk anak-anak mereka)
Yang menjadi persoalan dari tawuran itu terkadang adalah hal yang sepele yang dibesar-besarkan yang akhirnya mengakibatkan tawuran, bentrok, musuhan, peperangan, bahkan sampai merenggut korban jiwa Subhanallah, Apa itu yang kita cari dalam hidup ini ? Menciptakan permusuhan dan membat kerusakan sesuka hati..!
Ada beberapa Tips sederhana Untuk Mencegah dan Menanggulangi Tawuran.
1. Mencegah Tawuran.
Speri kata-kata para dokter, “Mencegah Lebih Baik Dari Pada Mengobati” Jika tawuran dapat dicegah akan lebih baik dari pada tawuran itu terjadi dan memperbaikinya, Dikarenakn apabila kita pernah tawuran atau bentrok dengan seseorang atau kelompok sedikit banyaknya pasti masih ada menyimpan rasa dendam di dalam hati, dan berikut tips mencegahnya
Tingkatkan Ibadah Pada Yang ESA.
Hanya iman yang tipis yang akan terjebak kedalam tawuran dan kurang pendekatan kepada Tuhan Yang ESA. kurangnya pendidikan agama menyebabkan tawuran itu menjadi kebiasaan dan hobby baru di tengah-tengah masyarakat kita. kita semua tahu Tuhan tidak menyukai hambanya saling menyakiti apalagi sampai bermusuhan.
Pendidikan Moral.
Kurangnya pendidikan moral dan perhatian orang tua juga menjadi perhatian yang penting dalam mencegah tawuran, Harap ditingkatkan pendidikan mengenai moral anak bangsa kita, karna bangsa ini tergantung kepada generasi muda yang menjadi penerus negeri ini, Jika moral anak bangsa kita baik maka bangsa kita juga akan baik dan hal tauran atau kekerasan tidak akan terjadi.
Jangan Saling Memancing Keributan.
Keributan pada dasarnya dikarenakan adanya suatu permasalahan yang ditimbulkan dari beberapa orang dalam hal yang sepele dan akhirnya menjadi besar. Jika kita memiliki iman dan nilai moral yang baik kita janganlah mudah terpancing dari ejekan-ejekan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan janganlah mudah tergoda dengan ajakan teman yang mengajak tawuran.
Masih banyak lagi tips bagaimana cara mencegah dari terjadinya tawuran, dimana semua itu bersumber dari lingkungan tempat tinggal, Pendidikan disekolah, Pergaulan dan yang terpiting adalah tingkat keimanan dan ikuti kata hati, Dimana kata hati tidak pernah berbohong, Kita semua tahu kekeran itu tidak baik, saling membenci itu tidak baik dan saling bermusuhan itu sangatlah tidak baik, Jika kita tahu mana yang baik dan mana yang buruk hal semacam tawuran, bentrok dan sebagainya tidak akan terjadi.
2. Bagaimana cara menanggulangi Tawuran ??.
Seperti yang saya katakan di atas “Mencegah Lebih Baik dari Pada Mengobati”, Terus kalau sudah terjadi gimana ? dan apa yang harus kita sikapi untuk menanganinya ? Kalau sudah terjadi ya di perbaiki donk, namanya juga sudah terjadi, Seperti pepetah mengatakan “Nasi telah Menjadi Bubur” hal yang di lakukan untuk menanggulainginya ya seperti pepatah yang tadi “Nasi Telah Menjadi Bubur” Tapi kalau bubur ditambahin bumbu-bumbu yang lain pastinya makin lezatnya bukan . Langsung saja kita bahas cara menanggulanginya.
Cari Sumber Masalah dan Selesaikan.
Tawuran atau bentrok tentu ada permasalahan didalamnya dan di cari sousi tengahnya dalam pemecahan masalah jangan mencari kambing hitam melainkan mencari solusi dari permasalah itu sendiri, agar kedua belah pihak tidak saling merasa disalahkan dan cara itu akan lebih efektif.
Perhatian dari Pemerintah.
Pemerintah menjadi kepala dari segala jenis kepala di negri ini, Jika sudah mendengar isu-isu akan terjadinya tawuran atau bentrok harap siap tangkas untuk menyelesaikannya jangan menunggu bentrok terlebih dahulu baru di cari jalan keluarnya seperti yang saya katakan di atas “Mencegah Lebih Baik Dari Pada Mengobati”.
Tegakkan Hukum Seadil-adilnya.
Negara kita negara hukum hal itu semua kita pasti sudah tahu dan tidak perlu kita bahas pasal-pasalnya, yang jelas siapa bersalah wajib di hukum. dan hukuman itu berlaku untuk siapa saja tanpa pandang bulu, Berikan hukuman dan sangsi kepada siapa saja yang melakukan tawuran dan dicari sumber permasalahannya dan diselesaikan sebaik-baiknya agar tidak menjadi permasalahan lagi kedepannya.
Solisi yang lebih jelas bersumber dari kesadaran kita semua, Jangan selesaikan permasalahan dengan kekerasan, anarkis dan sebagainya, karna kita semua diberikan oleh Tuhan Yang Maha ESA otak dan pikiran untuk berfikir mana yang baik dan mana yang buruk.
ada juga cara slain yang di atas yaitu:
1. Membuat peraturan sekolah yang tegas Semua sekolah harus membuat peraturan yang bisa membuat para siswa dan siswinya takut untuk melanggarnya. Namun, peraturan tersebut jangan hanya dibuat saja, tapi harus diterapkan benar-benar di sekolah agar mereka bisa disiplin dan memiliki kepribadian yang baik. Peraturan tersebut, seperti mengeluarkan siswa bila terlibat dalam tawuran, memberikan sanksi bila siswa membawa senjata tajam untuk tawuran, dan lain sebagainya.
2. Memberikan pendidikan anti tawuran Para pelajar harus diberikan pemahaman mengenai tata cara menghancurkan akar-akar penyebab tawuran dengan melakukan tindakan-tindakan tanpa kekerasan. Ajarkan mereka agar selalu berperilaku sopan dan melaporkan kepada pihak sekolah mengenai rencana pelaja-pelajar yang nakal untuk membuat onar dengan sekolah lain. Terapkan kepada mereka bahwa jika diserang, lebih baik untuk mengalah dan tidak melakukan balasan, kecuali terpaksa. Selain itu, ajarkan mereka juga untuk memulai melakukan hal-hal positif, seperti ngeblog di internet, berolahraga, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, dan hal positif lainnya.
3. Mengadakan kolaborasi belajar antar sekolah Mengadakan kolaborasi belajar antar sekolah juga harus diterapkan oleh sekolah-sekolah yang ada pada saat ini. Buatlah kegiatan belajar gabungan antar sekolah yang berdekatan agar mereka saling mengenal satu sama lain. Kegiatan belajar di sini bukan hanya untuk belajar yang formal saja, tapi juga bisa dilakukan dengan pentas bersama dalam satu acara musik. Dengan begitu, hubungan yang baik akan tercipta dan bila terjadi masalah akan bisa diselesaikan dengan cara yang baik-baik juga.
4. Memperpanjang jam ekstakurikuler Seperti yang dilansir Tribunnews.com, Sugianto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah mengatakan bahwa penyebab terjadinya tawuran pelajar adalah energi para siswa yang tidak disalurkan dengan positif. Oleh sebab itu, perlunya perpanjangan waktu ekstrakurikuler agar mereka bisa menyalurkan bakatnya dan memanfaatkan waktu lebih banyak di sekolah. Setiap pelajar diwajibkan mengikuti ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Setiap ekstrakurikuler biasanya akan mengikuti kompetisi dengan sekolah lain dan hal ini bisa menciptakan hubungan yang baik juga antar pelajar.
5. Menerapkan ajaran agama di sekolah Pelajaran agama bukan hanya ada pada jam pelajaran saja, tetapi pihak sekolah juga harus menambah waktu untuk membaca kitab suci dari masing-masing agama. Cara ini bisa dilakukan sebelum memulai jam pelajaran di sekolah dan wajibkan para pelajar untuk membawa kitab sucinya masing-masing. Setiap guru harus memantau setiap kelas dan menghukum siswa bila tidak membawa ayat sucinya. Tujuannya adalah agar para pelajar memiliki batin atau jiwa yang lebih tenang. Selain lima cara tersebut, para orangtua juga harus memantau kegiatan apa saja yang dilakukan si anak. Ciptakan kehidupan keluarga yang harmonis agar sang anak selalu merasakan bahagia karena mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya. Dengan begitu, energi mereka akan tersalurkan dengan melakukan hal-hal yang positif dan memiliki kepribadian yang baik.
mungkin hanya sedikit yang bisa saya beritahukan. maaf kalau ada yang kurang.